Syiah di Indonesia.



Di indonesia, Ulama dan Pemuka-pemuka sunni memperlakukan syiah dengan baik dan  mengajak diskusi dan dialog secara akademis dan ilmiah. Sebenarnyapun banyak debat dan diskusi resmi antara suni syiah meski umumnya banyak yang tidak mengetahui.



Kelompok Syiah diindonesi mendapat dukungan dari kelompok-kelompok liberal termasuk Islam Liberal, Islam Nusantar beserta jaringanya sebagaimana dipelopori  oleh Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawan disamping ada juga sebagian umat diluar Islam yang kurang mengerti persoalan ini dengan mengatas namakan toleransi.
                                                                                                                                           
Usaha-usaha penyatuan syiah-suni dalam sekala lokal dan dunia untuk saling menghargai agar dapat hidup berdampingan sudah sering dilontarkan meski sangat sulit. Apapun yang diyakini Syi’ah, bagi kelompok sunni hidup berdampingan dan saling menghargai dapat terwujud dengan satu syarat yaitu hentikan fitnah-fitnah mereka terhadap sahabat dan istri nabi (Aisyah) karena itu melukai hati kelompok sunni dan jelas-jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam. Apakah mereka tidak bisa beriman tanpa mengungkit-ungkit keburukan orang yg mereka anggap buruk?

Faktanya, Revolusi Iran yg mayoritas adalah penganut syiah berdampak pada semakin semrawutnya kedamaian di timur tengah dan ini mengingatkan pada sejarah kelam perbuatan mereka kepada kelompok sunni.

Yang benar datang dari Allah Yang Maha Tau dan yang salah adalah dari saya. Dan saya siap menjadi orang yang mau mengkoreksi kekeliruan saya apabila memang ternyata saya keliru.

"Dan hendaklah kita siap menjadi orang yang siap bersaksi dan menyatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah."


 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. (Fussilat:34)

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. (Fussilat:35)

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (An Nahl:90)

Dan, janganlah kamu berbuat kerusuhan di muka bumi sesudah perbaikannya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya, rahmat Allah swt. dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. (Ar Raf:57)